|
Penggerek batang padi terdapat
sepanjang tahun dan menyebar di seluruh Indonesia pada ekosistem padi
yang beragam. Intensitas serangan penggerek batang padi pada tahun 1998
mencapai 20,5% dan luas daerah yang terserang mencapai 151.577 ha.
Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadia
vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat mengkompensasi
dengan membentuk anakan baru.
Berdasarkan simulasi pada stadia vegetatif, tanaman masih sanggup
mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek sampai 30%. Gejala
serangan pada stadia generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa
yang disebut beluk. Kerugian hasil yang disebabkan setiap persen
gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1,2%. Kerugian yang besar
terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan stadia tanaman
bunting.
Biologi dan Ekologi
Di Indonesia telah dikenal 6 jenis
penggerek batang padi, yang terdiri dari 5 jenis famili Pyralidae dan 1
jenis famili Noctuidae. Ke-6 jenis penggerek batang padi tersebut
adalah:
|
Tampilkan postingan dengan label Pengendalian Hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengendalian Hama. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Januari 2012
PENGGEREK BATANG PADI
Selasa, 17 Januari 2012
INSEKTISIDA BIOLOGI " BEAUVERIA BASSIANA "
Foto : Belalang yang terserang Beauveria bassiana
Rekan-rekan petani dan pecinta pertanian semua, kali iniKami akan sedikit mengulas tentang jamur atau cendawan musuh alami dari berbagai jenis serangga hama yaitu Beauveria bassiana. Cendawan ini biasa dikenal sebagai cendawan patogen serangga yaitu cendawan yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga. Cara kerjanya cendawan ini akan membuat sakit serangga hama baru kemudian menyebabkan hama tersebut mati. Beberapa contoh serangga yang dapat dikendalian oleh Beauveria bassiana antara lain berbagai jenis wereng, walang, walang sangit, ulat, lembing dan sundep beluk (penggerek batang).
Beauveria bassiana secara alami terdapat didalam tanah sebagai jamur saprofit. Pertumbuhan jamur di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, seperti kandungan bahan organik, suhu, kelembapan, kebiasaan makan serangga, adanya pestisida sintetis, dan waktu aplikasi.Secara umum, suhu di atas 30 C, kelembapan tanah yang berkurang dan adanya antifungal atau pestisida dapat menghambat pertumbuhannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
