Jumat, 27 Januari 2012

PENGGEREK BATANG PADI





 
Status
Penggerek batang padi terdapat  sepanjang tahun dan menyebar di seluruh Indonesia pada ekosistem padi yang beragam.  Intensitas serangan penggerek batang padi pada tahun 1998 mencapai 20,5% dan luas daerah yang terserang mencapai 151.577 ha. Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadia vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat mengkompensasi dengan membentuk anakan baru.
Berdasarkan simulasi pada stadia vegetatif, tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek sampai 30%.  Gejala serangan pada stadia generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa yang disebut beluk.  Kerugian hasil yang disebabkan setiap persen gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1,2%. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan stadia tanaman bunting.


Biologi dan Ekologi
Di Indonesia telah dikenal 6 jenis penggerek batang padi, yang terdiri dari 5 jenis famili Pyralidae dan 1 jenis famili Noctuidae. Ke-6 jenis penggerek batang padi tersebut adalah:
  • Penggerek batang padi kuning, Scirpophaga incertulas (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae)
  • Penggerek batang padi putih, Scirpophaga innotata (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae)
  • Penggerek batang padi bergaris, Chilo suppressalis (Walker) (Lepidoptera: (Pyralidae)
  • Penggerek batang padi kepala hitam, Chilo polychrysus Meyrick (Lepidoptera: Pyralidae)
  • Penggerek batang padi berkilat, Chilo auricilius Dudgeon (Lepidoptera: Pyralidae)
  • Penggerek batang padi merah jambu, Sesamia inferens (Walkers) (Lepidoptera: (Noctuidae).
Jenis-jenis penggerek batang padi ini memiliki sifat atau ciri yang berbeda dalam penyebaran dan bioekologi, namun hampir sama dalam cara menyerang atau menggerek tanaman serta kerusakan yang ditimbulkannya.
Penggerek Batang Padi Kuning
Telur
  • Jumlah telur  50-150 butir/kelompok
  • Ditutupi rambut halus berwarna coklat  kekuningan
  • Diletakkan malam hari (pukul 19.00-22.00) selama 3-5 malam sejak malam pertama
  • Keperidian 100-600 butir tiap betina
  • Stadium telur 6-7 hari
Larva
  • Putih kekuningan sampai kehijauan
  • Panjang maksimum 25 mm
  • Stadium larva 28-35 hari
  • Terdiri  atas 5-7 instar
Pupa
  • Kekuning-kuningan atau agak putih
  • Kokon berupa selaput benang berwarna putih
  • Panjang 12-15 mm
  • Stadium pupa 6-23 hari
Imago/Ngengat
  • Ngengat jantan mempunyai bintik-bintik gelap pada sayap depan
  • Ngengat betina berwarna kuning dengan bintik hitam di bagian tengah sayap depan
  • Panjang ngengat jantan 14 mm dan betina 17 mm
  • Ngengat aktif pada malam hari dan tertarik cahaya
  • Jangkauan terbang dapat mencapai 6-10 km
  • Lama hidup ngengat 5-10 hari dengan siklus hidup 39-58 hari
Gejala tanaman padi terserang penggerek batang pada stadia vegetatif/sundep dan pada stadia generatif/beluk

Gambar ngengat penggerek batang padi kuning dan penggerek batang padi putih
Larva keluar melalui 2-3 lubang yang dibuat pada bagian bawah telur menembus permukaan daun.  Larva yang baru muncul (instar 1) biasanya menuju bagian ujung daun dan menggantung dengan benang halus atau membuat tabung kecil, terayun oleh angin dan jatuh kebagian tanaman lain atau permukaan air.  Larva kemudian bergerak ke tanaman melalui celah antara pelepah dan batang.
Selama hidupnya larva dapat berpindah dari satu tunas ke tunas lainnya dengan cara membuat gulungan ujung daun, menjatuhkan diri ke permukaan air dan memencar ke rumpun yang lain.
Larva instar akhir tinggal di dalam batang sampai stadium pupa.  Sebelum menjadi pupa, larva membuat lubang keluar pada pangkal batang dekat permukaan air atau tanah, yang ditutupi membran tipis untuk jalan keluar setelah menjadi imago.
Karakteristik penggerek batang padi kuning:
  • Kelompok telur diletakkan pada daun bagian ujung
  • Hanya seekor larva dalam satu tunas
  • Pupa berada di dalam pangkal tunas di bawah permukaan tanah
  • Tanaman inang utama adalah padi dan tanaman padi liar
Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi kuning di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), varietas padi yang ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator, dan patogen.
Penggerek  Batang Padi Putih
Telur
  • Jumlah telur 170-260 butir/kelompok
  • Diletakkan dipermukaan atas daun atau pelepah
  • Mirip telur penggerek batang padi kuning
  • Ditutupi rambut halus, berwarna coklat kekuning-kuningan
  • Stadium telur 4-9 hari
Larva
  • Mirip larva penggerek batang padi kuning
  • Panjang maksimal 21 mm
  • Putih kekuningan
  • Stadium larva 19-31 hari (kalau mengalami diapause dapat berlangsung 3 bulan)
Pupa
  • Stadium pupa 6-12 hari
Imago/Ngengat
  • Warna putih
  • Panjang betina 13 mm dan jantan 11 mm
  • Tertarik cahaya
Pada musim kemarau larva instar akhir tidak langsung menjadi pupa, tetapi mengalami diapause dalam pangkal batang singgang atau tunggul. Hal ini biasanya terjadi di daerah tropis yang memiliki perbedaan musim hujan dan kemarau yang jelas.  Lamanya istirahat tergantung pada lamanya musim kemarau.
Setelah turun hujan dan tanah lembab, larva yang berdiapause akan menjadi pupa dan selanjutnya menjadi ngengat.  Ngengat keluar dari pupa dalam periode waktu yang relatif bersamaan dan meletakkan telur di persemaian.
Karakteristik penggerek batang padi putih:
  • Kelompok telur, larva, dan pupa mirip penggerek batang padi kuning
  • Larva mampu berdiapause selama musim kemarau di dalam pangkal batang singgang/tunggul
  • Masa terbang ngengat pada awal musim hujan terjadi hampir bersamaan
  • Tanaman inang adalah padi, padi liar, beberapa jenis rumput dan tebu
Dinamika populasi penggerek batang padi putih sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan terutama faktor iklim (curah hujan), irigasi, dan musuh alami.
Penggerek Batang Padi Bergaris
Telur
  • Jumlah telur 20-150 butir/kelompok
  • Diletakkan di permukaan bawah daun bagian pangkal atau pelepah
  • Seperti sisik
  • Warna putih, tidak ditutupi rambut
  • Stadium telur 4-7 hari
Larva
  • Warna abu-abu , kepala coklat dengan 5 garis coklat sepanjang tubuhnya
  • Panjang maksimal 26 mm
  • Beberapa larva dalam tiap tunas
  • Stadium larva 33 hari
Pupa
  • Coklat tua
  • Stadium pupa 6 hari
Imago/Ngengat
  • Kepala berwarna coklat muda
  • Warna sayap depan coklat tua
  • Vena sayap nampak jelas
  • Panjang 1,3 mm
Tanaman inang penggerek batang padi bergaris terutama adalah padi, padi liar, jagung, dan beberapa jenis rumput.
Penggerek Batang Padi Berkepala Hitam
Telur
  • Berkelompok
  • Pada daun dekat pangkal/pelepah
  • Tidak tertutup sisik
  • Stadium telur 6 hari
Larva
  • Kepala hitam
  • Stadium larva 30 hari
  • Panjang 18-24 mm
  • Beberapa larva tiap tunas
Pupa
  • Coklat tua
  • Stadium pupa 6 hari
Imago/Ngengat
  • Kepala hitam
  • Sayap depan bersisik, bagian tengah keperakan
  • Sayap belakang kuning muda
  • Panjang 10-13 mm
Siklus hidup berlangsung selama 26-61 hari.  Tanaman inang penggerek batang padi bergaris adalah padi, padi liar, jagung, tebu, sorgum, dan beberapa jenis rumput.
Penggerek Batang Padi Merah Jambu
Telur
  • Dalam barisan,  mirip manik-manik, diantara pelepah daun batang padi
  • 2-3 baris/kelompok
  • 30-100 butir/kelompok
  • Tidak tertutup sisik
  • Stadium telur 6 hari
Larva
  • Kepala merah jambu
  • Panjang maksimal 35 mm
  • Beberapa larva tiap tunas
  • Stadium larva 28-56 hari
Pupa
  • Coklat tua
  • Panjang 18 mm
  • Pada pelepah atau batang
  • Stadium pupa 8-11 hari
Imago
  • Coklat
  • Sayap depan bergaris coklat tua memanjang
  • Sayap belakang putih
  • Panjang 14-17 mm
  • Kurang tertarik cahaya
Siklus hidup berlangsung 46-83. Hama ini bersifat polifag dan dapat hidup pada tanaman inang: padi, tebu, jagung, sorghum, padi liar, Panicum sp. dan Paspalum sp.
Pengendalian
A. Daerah Serangan Endemik
Pengaturan Pola Tanam
  • Dilakukan penanaman serentak, sehingga tersedianya sumber makanan bagi      penggerek batang padi dapat dibatasi.
  • Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama.
  • Pengelompokan persemaian dimaksudkan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek secara masal.
  • Pengaturan waktu tanam yaitu pada awal musim hujan tanam varietas genjah, dan pada pertengahan musim hujan tanam varietas dalam berumur > 120 hari.
Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik
  • Cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen.  Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati.
  • Cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman.
Pengendalian Hayati
  • Pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator, maupun patogen.
  • Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida secara semprotan.
Pengendalian Secara Kimiawi
  • Apabila diperlukan sebagai alternatif pada fase vegetatif penggunaan insektisida dapat dilakukan pada saat ditemukan kelompok telur rata-rata >1 kelompok telur/3 m2 atau intensitas serangan rata-rata > 5%. Bila tingkat parasitisasi kelompok telur pada fase awal vegetatif >50% tidak perlu aplikasi insektisida.
  • Penggunaan insektisida butiran di persemaian dengan dosis 5 kg/500 m2 bila dijumpai kelompok telur (Wasiati A et al., 2002).
  • Penggunaan Seks Feromon
    • Dipakai untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang berdasarkan ngengat yang tertangkap.
    • Dapat dipakai untuk menentukan waktu aplikasi insektisida (Bila tangkapan feromon sebanyak 100 ekor/minggu).
  • Dapat dipakai untuk pengendalian penggerek batang padi putih yaitu dengan cara mass trapping (penangkapan masal):  9-16 perangkap/ha.
B.  Daerah Serangan Sporadik
  • Cara pengendalian selain menggunakan insektisida yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan setempat.
  • Penyemprotan dengan insektisida berdasarkan hasil pengamatan, yaitu apabila ditemukan rata-rata > 1 kelompok telur/3 m2  atau intensitas serangan penggerek     batang padi (sundep) rata-rata > 5% dan beluk rata-rata 10 % selambat-lambatnya tiga minggu sebelum panen.
Informasi lainnya
Sebagai tindakan preventif dalam pengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang perlu dilakukan secara rutin.  Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang ada di dalam areal pertanaman padi dapat menggunakan seks feromon. Sementara untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dari luar daerah dapat menggunakan light trap (perangkap cahaya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar